Perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model Grup Investigation (GI) dan Jigsaw


Perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model Grup Investigation (GI) dan Jigsaw


Selamat malam sobat Phisic Education postingan kali ini adalah tentang Skripsi pendidikan yang akan membahas tentang metode pembelajaran, dengan judul Perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model cooperative learning tipe grup investigation dan jigsawGroup Investigation (GI) adalah kegiatan kelompok yang memfokuskan pada kegiatan inkuiri, diskusi kelompok, dan proyek kelompok secara koopertif, sedangkan Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengarjarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Dari perbandingan tersebut akan terlihat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode. Untuk lebih jelasnya sobat buktikan sendiri hehehe. Silahkan sobat baca Jurnal menarik lainnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan. terimakasih kunjungan anda dan ketersediaan membaca artikel tentang  perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model cooperative learning tipe grup investigation dan jigsaw



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia, karena dapat meningkatkan kualitas intelektual, pemahaman religius, serta kemampuan mengoptimalkan potensi dengan keterampilan maupun moralitas manusia, sehingga perlu adanya perencanaan yang baik di dalam pelaksanaannya. Proses pendidikan harus berjalan secara sistematis dan teratur, sehingga tujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dapat tercapai.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang berkualitas, maka mutu pendidikan harus ditingkatkan. Menyadari betapa penting dan besarnya peranan pendidikan, maka pemerintah telah melakukan berbagai upaya, tetapi hasilnya belum optimal. Ada pun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah diantaranya adalah perubahan kurikulum untuk memperbarui susunan materi ajar, disahkannya undang-undang guru dan dosen yang bertujuan meningkatkan profesionalisme pendidikan dan penambahan sarana prasarana yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar siswa, sejauh ini SMP Negeri 3 Batanghari telah melakukan berbagai upaya seperti merekrut guru-guru yang berkualitas dibidangnya, mengikut sertakan guru-guru mengikuti penataran,  melengkapi kelengkapan buku-buku di perpustakaan, pembenahan dan perbaikan ruang belajar, gedung sekolah, laboraturium IPA, laboraturium komputer dan salah satu kiat yang telah dilakukan oleh semua pihak sekolah dalam rangka meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa adalah dengan mengaktifkan kegiatan belajar mengajar dan disiplin  kehadiran para siswa serta guru.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

a.  Tipe Grup Investigation
Dalam model pembelajaran kooperatif, terdapat bermacam-macam tipe, salah satunya adalah tipe Group Investigation (GI) atau kelompok penyelidikan, yakni kegiatan kelompok yang memfokuskan pada kegiatan inkuiri, diskusi kelompok, dan proyek kelompok secara koopertif. Siswa membentuk kelompok 5-6 siswa, setiap kelompok memilih topik yang disajikan dikelas (aspek proyek), kemudian membagi topik-topik tersebut untuk dikerjakan oleh tiap kelompok (pembagian kerja/aspek inkuiri), kemudian menggabungkan hasil temuan individu menjadi laporan kelompok (aspek diskusi), kemudian setiap kelompok menyajikan hasil kerja dalam suatu diskusi kelas.
Andri (2009:4) menyatakan bahwa:  
Tipe group investigation ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik, maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigation. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills).

b.  Tipe Jigsaw
Model pembelajaran kooperatif  tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengarjarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.
Lie (2004:69) menyatakan bahwa:
Dalam tekhnik ini, guru memperhatikan skema atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skema ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna.Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong  royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Menurut Komalasari (2010:65) Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen–komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa kedalam kelompok belajar koopratif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya.

BAB III 
METODE PENELITIAN

A.  Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah salah satu penelitian yang bersifat kuantitatif, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pada penelitian  ini jenis penelitian yang akan dilakukan adalah komparatif atau perbandingan, dimana peneliti menggunakan dua tipe dalam proses pembelajarannya. Adapun dalam proses pelaksanaanya nanti akan dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 2 kelas, dan masing-masing kelas akan menggunakan tipe pembelajaran yang berlainan, yaitu untuk kelompok I menggunakan model cooperative learning tipe Grup Investigation (X1) dan kelompok II menggunakan tipe Jigsaw (X2).
Untuk kelompok I yaitu pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe Grup Investigation dimana materi disampaikan dengan menggunakan tipe tersebut, adapun pelaksanaannya guru mengarahkan dan menerangkan secara global materi apa yang akan dibahas yaitu materi Kubus dan Balok, kemudian guru membagi kelompok dalam kelas tersebut yang masing-masing kelompok terdiri dari  4-6 orang siswa. Dengan komposisi kelompok yang heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik, maupun kemampuan akademik.

               Selengkapnya hingga BAB V Disini



Related Post:

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Skripsi dengan judul Perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model Grup Investigation (GI) dan Jigsaw. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://phisiceducation09.blogspot.com/2013/02/perbandingan-grup-investigation-dan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Ryo Bambang Saputra -

4 komentar untuk "Perbandingan hasil belajar matematika yang menggunakan model Grup Investigation (GI) dan Jigsaw"

  1. Maaf OOT nih sob hehe
    Semakin keren aja nih blognya, kalau diterawang bisa dapat PR deh yg akan datang, semangaatt

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, bisa aja sob...tetap optimis aja dpetin PR...meski berburu backlink, thanks sob kunjunganya.

      Hapus
  2. Sains itu memang menyenangkan :)
    Terimakasih tuk kunjungan dan apresiasix diblog anaa. Btw anaa perempuan lho, jgn diulang sapaan Masx! Kenapa org srg nyapa anaa dgn Mas, bang, kang... pdhl dah jelas dicantumin di profil, halaman about me :-? :-s

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf mbak saya lupa, saya berjam-jam mengikuti panduan blog mbak tapi mengapa ya mbak kok tampilan populer post ku tidak normal. jadi bingung apa problem nya. terima kasih kunjungan baliknya mbak :-)

      Hapus

1. Berkomentarlah sesuai isi artikel yang diposting
2. Komentar yang anda berikan, beguna untuk membangun blog ini
3. Dilarang SPAM atau meletakan link hidup pada komentar
4. Komentar yang sesuai kriteria di atas akan dipublikasi.
5. Terimakasih ketersediaan anda telah berkunjung pada blog ini